Cari Blog Ini

Memuat...

jam

kamus unlen

sitemeter

PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PADA TUMBUHAN


Pertumbuhan adalah proses pertambahan volume yang irreversible  (tidak dapat kembali lagi yang disebabkan adanya pembelahan mitosis atau pembesaran sel. Alat untuk mengukur pertumbuhan disebut dengan Auksanometer.
Perkembangan adalah terspesialisasinya sel-sel menjadi struktur dan fungsi tertentu. Perkembangan tidak dapat diukur dengan ukuran, tetapi dapat dinyatakan dengan perubahan bentuk dan tingkat kedewasaan. Perkembangan awal suatu tumbuhan secara garis besar melalui tiga tahap, yaitu : pembelahan sel, morfogenesis, dan difesensiasi seluler.
1.      Pembelahan sel
Zigot didalam biji tumbuhan mengalami pembelahan sel mitosis membentuk jaringan embrional.
2.      Morfogenesis (perkembangan bentuk)
Embrio yang terbentuk di dalam biji memiliki kotiledon dan akar serta tunas rudimeter. Sesudah berkecambah, akar dan tunas rudimeter tersebut akan berkembang membentuk sistem akar dan tunas tumbuhan. Proses ini yang dinamakan morfogenesis.

3.      Diferensiasi seluler
Pada tahap ini, jaringan embrional terus berkembang menjadi struktur dengan fungsi khusus yang akan dimiliki saat dewasa.



PERKECAMBAHAN

   
                                                                                                                                     home.earthlink.net


Perkecambahan adalah munculnya Plantula (tanaman kecil dari dalam biji)
a.      Proses perkecambahan
Dalam proses perkecambahan melibatkan proses fisika dan proses kimiawi
·      Proses fisika terjadi ketika biji menyerap air (imbibisi) akibat dari potensial air rendah pada biji yang kering.
·      Proses kimia terjadi ketika air masuk pada biji kemuadian air tersebut mengaktifkan embrio untuk melepaskan hormon Giberelin (GA). Hormon ini mendorong aleuron (lapisan tipis bagian luar endosperma) untuk mensintesis dan mengeluarkan enzim.
Enzim bekerja dengan menghidrolisis cadangan makanan yang terdapat pada kotuledon dan endosperma. Kemudian enzim yang ada pada biji tersebut misalnya enzim amilase akan mengubah amilun yang terdapat pada kotiledon menjadi glukosa. Dan glukosa ini diperlukan untuk proses pembentukan energi bersama oksigen. Selanjutnya, selama pertumbuhan embrio akan menjadi bibit tanaman.

b.      Macam Perkecambahan
 
                                                                                        2.bp.blogspot.com

·      Epigeal
Perkecambahan epigeal adalah apabila terjadi pembentangan ruas batang di bawah daun lembaga atau hipokotil sehingga mengakibatkan daun lembaga dan kotiledon terangkat ke atas tanah, misalnya pada kacang hijau.

·      Hipogeal
Perkecambahan hipogeal adalah apabila terjadi pembentangan ruas batang teratas (epikotil) sehingga daun lembaha ikut tertarik ke atas tanah, tetapi kotiledon tetap di dalam tanah


a.      Pertumbuhan Akar


    ·      Tudung Akar
         Tudung akar merupakan daerah akar yang paling ujung. Fungsi tudung akar adalah mensekresikan cairan polisakarida untuk melumasi tanah disekitar titik pertumbuhan akar. Cairan ini menyebabkan tanah menjadi lunak dan mudah diembus akar. Selain itu tudung akar berfungsi untuk melindungi daerah meristem akar.
   ·      Daerah Meristem
        Daerah meristem terletak di belakang tudung akar, yang meliputi meristem apikal dan derivatnya. Meristem apikal merupakan daerah pusat pembelahan sel yang menghasilkan sel-sel meristem primer untuk menggantikan sel-sel tudung akar yang tanggal.
   ·      Daerah Pemanjangan
       Daerah pemanjangan terletak di belakang daerah meristem. Sel-sel di daerah pemanjangan membelah lebih lambat daripada sel meristem. Sel-selmya relatif lebih tahan terhadap kerusakan yang disebabkan oleh radiasi dan bahan kimia beracun dibandingkan daerah lain. Sel-sel di daerah ini juga berfungsi sebagai penyimpanan makanan. Pemanjangan sel berperan penting untuk menekan ujung akar, termasuk meristem, agar akar memanjang.
·      Daerah diferensiasi
     Daerah diferensiasi terletak dibagian akhir akar. Di daerah diferensiasi terdapat tiga sisten jaringan yang dihasilkan dari sel-sel meristem, yaitu :
a.      Protoderma, merupakan lapisan terluar meristem primer yang akan menjadi epidermis.
b.      Meristem dasar, merupakan lapisan kedua yang akan erkembang menjadi sistem jaringan dasar. Jaringan ini mengisi daerah lapisan korteks pada akar di antara stele dan epidermis.
c.       Prokambium, merupakan lapisan pusat (dalam) yang akan berkembang menjadi silinder vaskuler pusat (stele), yaitu xilem dan floem.
 
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PADA TUMBUHAN
            Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan adalah faktor luar dan faktor dalam.
1.        Faktor Luar
Faktor luar yang mempengaruhi pertumbuhan pada perkembangan adalah makanan, air, suhu, kelembapan, oksigen, dan cahaya.
a.    Makanan
Makanan adalah sumber energi dan sumber materi untuk mensyintetis berbagai komponen sel. Nutrien yang dibutuhkan tumbuhan bukan hanya karbon dioksida dan air, tetapi unsur-unsur lainnya. Karbon dioksida diabsorpsi oleh daun, sedangkan air dan mineral diserap oleh akar.
b.    Air
Air termasuk senyawa utama yang sangat dibutuhkan tumbuhan. Air berfungsi antara lain untuk berfotosintesis, mengaktifkan reaksi enzimatik, menjaga kelembapan, dan memebantu perkecambahan biji. Tanpa air reaksi kimia tidak akan terjadi yang akan mengakibatkan tumbuhan tersebut mati.
c.    Suhu
Tumbuhan membutuhkan suhu tertentu untuk tumbuh dan berkembang dengan baik, yang disebut dengann suhu optimum. Suhu yang paling rendah yang masih memungkinkan tumbuh untuk tumbuh disebut suhu minimum. Suhu yang paling tinggi yang masih memungkinkan untuk tumbuhan tumbuh disebut suhu maksimum.
d.    Kelembapan
Pengaruh kelembapan udara berbeda-beda terhadap berbagai tumbuhan. Tanah dan udara yang lembap berpengaruh baik bagi pertumbuhan. Kondisi lembap menyebabkan banyak air yang diserap tumbuhan dan lebih sedikit yang diuapkan. Kondisi tersebut mendukung aktivitas pemanjangan sel-sel. Dengan demikian, sel-sel lebih cepat mencapai ukuran maksimum sehingga tumbuhan bertambah besar.
e.    Cahaya
Banyaknya cahaya yang dibutuhkan oleh tumbuhan tidak selalu sama. Umumnya cahaya dapat menghambat pertumbuhan meninggi, karena cahaya matahari dapat menguraikan auksin (hormon pertumbuhan). Hal seperti ini dapat kita lihat dengan tanamanan yang tumbuh di tempat gelap akan lebih cepat tinggi daripada di tempat yang terang. Pertumbuhan yang cepat di tempat gelap disebut etiolasi.
Cahaya juga dapat merangsang pembungaan tumbuhan tertentu. Ada tumbuhan yang dapat berbunga pada hari pendek (lamanya penyinaran matahari lebih pendek pada waktu gelapnya). Ada pula tumbuhan yang berbunga pada hari panjang (lamanya penyinaran lebih panjang daripada waktu gelapnya).

2.        Faktor Dalam
Pertumbuhan juga dipengaruhi oleh faktor-faktor dalam, misalnya gen dan hormon.
a.    Gen
Gen mengandung faktor-faktor sifat keturunan yang dapat diturunkan pada keturunannya. Gen juga berfungsi untuk mengontrol reaksi kimia di dalam sel, misalnya sintesis protein. Pembentukan yang merupakan dasar penusun tubuh tumbuhan, yang dikendalikan oleh gen secara langsung. Maka gen dapat mengatur pada pertumbuhan melalui sifat yang diturunkan dan sintesis-sintesis yang dikendalikannya.
b.    Hormon
Hormon adalah regulator pertumbuhan yang sangat esensial yang dibuat pada suatu bagian tumbuhan.
1)      Auksin
Auksin merupakan senyawa Asam idol Asetat (idol Acetic Acid/aa) yang dihasilkan di ujung meristem apikal (ujung akar dan batang). Hormon auksin juga ditemukan pada bagian tanaman yang sedang mengadakan pertumbuhan memanjang. Adapun fungsi hormon auksin adalah untuk membantu perkecambahan, merangsang perpanjangan sel, memperpanjang titik tumbuh, serta merangsang pembentukan bunga dan buah.
2)      Giberelin
Fungsi hormon giberelin adalah: berperan dalam pemanjangan tumbuhan dan merangsang aktivitas kambium, berperan dalam partenikarpi (pembentukan buah tanpa biji), merangsang pertumbuhan ung sehingga tanaman dapat berbunga sebelum waktunya, juga menyebabkan tanaman tumbuh tinggi besar (raksasa).
3)      Sitokinin
Hormon ini merangsang pembelahan sel, merangsang pertumbuhan ke arah samping dari pucuk, dan mempercepat pertumbuhan akar, serta pelebaran daun. Hormon sitokinin dan auksin dapat bekerja secara sinergis. Perbandingan kadar hormon sitokinin dan akusin memengaruhi pertumbuhan. Jika konsentrasi sitokinin lebih tinggi, pembelahan sel terjadi di bagian pucuk batang.
4)      Gas etilen
Gas etilen banyak ditemukan pada buah yang sudah matang. Gas etilen dapat merangsang pematangan buah karena gas etilen dapat mengakibatkan respirasi sehingga buah yang keras dan masam akan menjadi matang, empuk, dan manis. Interaksi gas etilen dan hormon auksin juga akan merangsang pertumbuhan bunga pada tumbuhan.
5)      Kalin
Hormon ini yang mempengaruhi pertumbuhan organ tumbuhan.
Rhizokalin : merangsang pertumbuhan akar
Kaulokalin : merangsang pertumbuhan batang
Filokalin : merangsang pertumbuhan daun
Antokalin : merangsang pembentukan bunga
Asam Traumalin : merangsang pembelahan sel di daerah luka sebagai mekanisme untuk menutupi luka.

DAFTAR PUSTAKA
Pratiwi D A dkk. 2007. BIOLOGI Untuk SMA kelas XII. Jakarta : Erlangga
Kusnadi, Didik Priyandoko. 2006. BIOLOGI SMA dan MA kelas XII. Jakarta : Piranti




Category: 0 komentar

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

pencarian

buku tamu


ShoutMix chat widget
Loading...

tentang urang

Foto Saya
kuningan, jawa barat, Indonesia

Pengikut

peta kampungku